Wednesday, September 20, 2017

Perbedaan Distro Rolling Dengan Fixed Stabil Realase


Perbedaan Distro Rolling Dengan Fixed Stabil Realase

Rolling Distribution
Apabila kalian menginginkan fitur terbaru dan service yang lebih cepat ketika pengembangan sedang berlangsung, maka distribusi rolling adalah yang terbaik untuk Anda.

Distribusi rolling akan mengirimkan app dan fitur terbaru segera setelah source code diluncurkan dari produksinya. Arch Linux adalah rolling distro yang terkenal. Ada sejumlah distro lainnya yang berbasis Arch, Debian, Gentoo, serta standalone rolling distro.

Fixed Release Distribution 
Dikenal juga sebagai distribusi titik rilis. Beberapa Jenis Distribusi, update, versi rilis, di luncurkan setelah waktu yang ditentukan. Aplikasi dan paket fitur dikembangkan dalam jangka waktu dua update berturut-turut.

Paket-paket ini kemudian dirilis sebagai file ISO atau via fitur inbuild update pada distribusi Linux. Sebuah perbedaan yang signifigan terlihat dari setiap distro yang dirilis, dalam hal ini versi nomor pada setiap update. Misalnya Ubuntu 16.04 Xenial Xerus dan yang terbaru sekarang Ubuntu 16.04 Yakketi Yak.

Mana yang lebih baik rolling atau fixed relaase? 

Distro yang menggunakan metode rolling release adalah pilihan yang bagus untuk mendapatkan update terbaru dari developers. Tapi hal-hal besar ada yang berharga, dalam hal ini adalah waktu pengujian untuk setiap update.

Distribusi dengan metode rolling bisa menjadi benteng dari berbagai bug dan vulnerabilities. Yang menjadi keuntungan ketika versi sebelumnya memiliki bug dan dapat dengan mudah meremove sebelum mempengaruhi system.

Pada kasus distro fixed stabil release, update dan fitur telah diuji secara menyeluruh dan mencoba pada pc developers sebelum diluncurkan kepada publik. Kebanyakan pengguna distro Linux ini berdasarkan siklus rilis update yang telah ditetapkan.

Point yang diperhatikan bagi setiap distro yang dirilis secara teratur adalah bug dan vulnerabilty yang belum ditemukan selama fase pengujian yang dapat membahayakan system setelah update diluncurkan. Patch keamanan dan update kecil didorong untuk distro tersebut selain siklus pembaruan rutin yang berlangsung dengan kecepatan normal.

Baca Juga :

Distro yang dirilis dengan metode fixed release lebih stabil dari pada dengan metode rolling yang mendapat fitur dan layanan terbaru, seringnya menyebabkan masalah yang harus diperbaiki selama fase pengujian. Itu adalah salah satu kekurangan Distro yang menggunakan metode rolling.

Versi utama dari distro fixed release dapat dibedakan dari segi tampilan dan fitur yang mencolok lainnya, baik fitur dan software. Anda perlu meng-upgrade ke versi final release jika sudah diluncurkan. Dalam kasus rolling distro, Anda tidak perlu meng-upgrade ke versi utama karena hal itu tidak ada dan tidak dikenal pada distro rolling.

Tidak ada nomor versi final yang melekat pada Arch Linux, seperti yang dimiliki pada Linux Mint, dan Ubuntu. Beberapa orang mungkin tidak menyukai untuk memperbarui systemm mereka sepanjang waktu. setidaknya dinegara-negara dengan akses internet yang dianggap mahal.

Akhirnyam itu adalah pilihan dan hak pengguna, apakah menggunakan distro dengan metode rolling atau menggunakan fixed final release

Berkomentar dengan bijak
EmoticonEmoticon